Tamparan Untuk Tiga Pertanyaan



Ada seorang pemuda baru tiba di tanah air. Ia baru saja menyelesaikan studinya di luar negeri. sesampai di rumah ia melihat ayahnya sedang duduk berbincang bincang dengan seorang laki laki yang usianya kelihatannya sebaya dengannnya. laki laki itu berpenampilan santun.

Ayahnya memperkenalkan laki laki itu pada pemuda tadi, yang tak lain adalah anaknya. dengan gaya barat pemuda tadi berkenalan dengan laki laki ahli agama tersebut. pemuda tadi bilang kalau dia kuliah di luar negeri. ia tinggal di sana selama hampir lima tahun. pemuda tadi menceritakan pengalamannya di luar negeri kepada laki laki ahli agama tersebut. gayanya yang sok ke barat baratan menandakan dia orang berpendidikan yang lebih banyak tahu dari pada ahli agama. kemudian dia ingin mengajukan tiga pertanyaan kepada ahli agama tersebut.

pemuda : jika anda memang ahli agama. saya memiliki tiga pertanyaan kepada anda. bahkan profesor sayapun tidak bisa menjawabnya.

ahli agama: silahkan

pemuda: apa anda yakin bisa menjawabnya?

ahli agama : insyaallah dengan ijinNya saya akan menjawabnya.

Tamparan Untuk Tiga Pertanyaan
pemuda: baiklah. pertanyaan pertama tunjukkan kepada saya wujud tuhan jika memang tuhan itu ada. kedua apa itu takdir. dan ketiga bila memang syetan itu terbuat dari api. kenapa tuhan menciptakan neraka yang terbuat dari api. tentu neraka tidak akan menyakitkan buat syetan karena keduanya tercipta dari unsur yang sama, kata pemuda tadi dengan penuh kemantapan. tiba tiba ahli agama tersebut menampar pemuda tadi dengan sangat keras. pemuda itu kesakitan dan ayahnya pun kaget.

pemuda: kenapa anda menampar saya? (sambil menahan sakit)

ahli agama: itu jawaban saya dari tiga pertanyaan anda

pemuda : maksud anda apa saya tidak mengerti

ahli agama: apakah tamparan saya menyakitkan untuk anda? 

pemuda : ya sangat sakit

ahli agama: berati sakit itu ada. anda hanya bisa merasakannya tapi tidak bisa melihatnya. apakah anda bisa menunjukannya kepada saya seperti apa wujud sakit itu?

pemuda itu hanya menggeleng

ahli agama: begitulah tuhan kita hanya bisa merasakan keberadaanNya tanpa bisa melihat wujudnya. apakah anda semalam bermimpi bahwa hari ini anda akan saya tampar?

pemuda: tidak 

ahli agama: itulah takdir. sesuatu yang kita terima semua atas kehendakNya. kita tidak tahu kapan dimana dan seperti apa yang akan terjadi kepada kita. seperti saya yang menampar anda. tanpa anda tahu saya akan menampar anda. dan untuk pertanyaan anda yang ketiga saya ingin bertanya terbuat dari apakah tangan saya yang menampar anda? 

pemuda : kulit

ahli agama: terbuat dari apakah pipi anda ?

pemuda: kulit

ahli agama: begitulah neraka untuk syetan. jika Allah sudah berkehendak tentu neraka itu akan menyakitkan untuk syetan. meskipun keduanya terbuat dari unsur yang sama.

Mari terus baca qur'an dan maknanya. agar pikiran kita tidak di pengaruhi oleh hal" yang kita tidak tahu dan menyesatkan. Belajarlah pada ahlinya supaya tidak salah tafsir. Banyak ajaran islam yang disesatkan karena mengikuti pemikiran pemikiran yang modern dari golongan golongan orang yang mengingkari kebenaran alquran yang tidak bisa diterima secara logika.


  • Penyakit Plasenta Previa
    Salah satu hal yang paling penting dalam masa kehamilan adalah kondisi plasenta dalam perut. Plasenta baru akan terbentuk dalam perut wanita ketika ia sedang hamil. Fungsi dari plasenta adalah…
  • Inilah 4 Miliarder Dunia yang Mengawali Usaha Tanpa Memiliki Apapun
    Jika anda membaca sebuah artikel yang menampilkan daftar orang-orang kaya di dunia, sebaiknya anda memikirkan manfaat dari artikel tersebut. Daftar orang kaya yang diinformasikan di berbagai media…
  • Inilah Bacaan Sebelum Bercerai
    فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَيَجْعَلَ اللّهُ فِيهِ خَيْراً كَثِيراً Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai…
  • Akhirnya Wanita Itu Tak Mampu Memandang Wajah Suaminya Selama 100 Hari
    Empat tahun sudah keduanya menikah. Namun pasangan suami istri itu belum juga dikaruniai buah hati. Mulanya mereka tidak merasa ada masalah. Namun saat terdengar bisik-bisik tetangga, sang istri…
  • Sebuah Pelajaran Berharga Untuk Tidak Membedakan Anak
    Dua puluh tahun yang lalu aku melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Hasan, suamiku, memberinya namaErik. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak…

No comments:

Post a Comment